Sabtu, Mei 12

PDF. 14 Budaya Benua Maritim

Sudah lama sekali rasanya tidak bertemu dengan Prof Primadi Tabrani, dan sudah lama sekali pula rasanya semangat berseni rupa Indonesia kembali mengalir sekencang ini didalam dada kami, sampai akhirnya beliau memberikan presentasi dua jam yang kembali membuka hati dan kepala kami untuk berpikir dan berbuat sesuatu untuk bangsa Indonesia melalui Product Design Fokus ke 14.
Produk Design Fokus merupakan forum rutin bulanan yang menampilkan pembicara yang berhubungan dengan desain produk. Sudah banyak sekali Product Design Focus menghadirkan pembicara-pembicara yang berbobot sesuai dengan profesi atau karya yang dimilikinya, sehingga sangat menarik untuk diikuti bukan hanya oleh desainer produk, tapi juga masyarakat umum yang ingin memperoleh pengetahuan yang lebih dalam tentang apa itu sebenarnya desain produk.
Hari rabu lalu dalam Product Design Focus yang ke 14 forum tersebut mengundang bapak Profesor Primadi Tabrani sebagai pembicara. Pak Prim begitu panggilan akrabnya merupakan seorang tokoh besar dalam bidang keseni rupaan Indonesia, beliau telah berpengalaman puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk belajar dan mengajar soal apa itu seni rupa dan desain di Indonesia.
Pada kesempatan kali ini beliau memaparkan pengetahuan dengan judul Budaya Benua Maritim. Galeri Padi yang tidak seberapa luas dipenuh sesaki oleh audience yang terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan, dan rasanya sungguh riuh.
Presentasi Pak Prim dimulai dengan menunjukkan dokumentasi-nya soal barang-barang kerajinan Indonesia, sambil menerangkan betapa tidak beruntungnya kita bangsa Indonesia hingga saat ini banyak dari hasil karya-karya asli kita tersebut malah didokumentasikan oleh bangsa Eropa dan Amerika. Tampak kekesalan beliau ketika menceritakan bagaimana daun lontar yang merupakan dokumentasi sejarah Indonesia banyak di taruh di museum-museum mereka, photo-photo tentang budaya kita termasuk tarian pun yang berasal dari kita juga dikenakan copy right dari luar sana, dengan cara kita diajak pameran diluar lalu mereka dokumentasikan, selalu saja ada udang dibalik batu, sungguh disayangkan, terlontar dari ritme lagu yang selalu dilontarkan oleh beliau "itulah Indonesia".
Presentasi beliau dimulai pukul 7:45wib dengan menampilakan slide pertama soal pulau-pulau terdepan yang kini mulai kembali ramai diperbincangkan. kemudian lanjut beliau menerangkan tentang satu-satu nya benua maritim di dunia diantara 5 benua darat lainya. Beliau menceritakan asal-usul Indonesia yang dahulunya lebih dari 60.000 SM merupakan benua darat yang terpecah-pecah menjadi kepulauan Nusantara sehingga menjadi negara yang satu-satu nya menyebut dirinya dengan "Tanah-Air". Gagasan ini dideklarasikan oleh Djuanda pada tahun 1957 dan disahkan oleh PBB dalam UCLOS pada tahun 1982 dan disebut sebagai wawasan Nusantara.
Lebih jauh beliau menceritakan tentang perbedaan besar antara kebudayaan benua daratan dan benua maritim, pada benua darat terdapat dua sifat besar manusianya yaitu agresif dan defensif, beliau memberikan contoh tembok besar China yang merepresantasikan defensitas benua darat, betapa pentingnya kompetisi dalam budaya benua darat, pengkaplingan wilayah dan pertempuran memperebutkan wilayah tempat tinggal yang jauh berbeda dengan budaya maritim. Kebudayaan maritim dijelaskan oleh Pak Primadi merupakan kebudayaan yang lebih damai dan bersahaja, batas-batas wilayah ditentukan secara alami oleh garis pantai, tidak ada gap dan benteng seperti wilayah kekuasaan darat, seperti di Trowulan, Majapahit yang tidak menggunakan benteng sebagai tempat berlindung. Selain itu beliau juga menjelaskan karna pada dahulu kala Indonesia terdapat dalam satu Paparan Sunda dan Sahul, bangsa Indonesia dari jaman dahulu kala menjadikan lautan sebagai pemersatu bukan sebagai pemisah, sehingga menjadikan kebudayaan maritim kita sebagai kebudayaan tertua didunia hal ini banyak terbukti dari peninggalan lukisan-lukisan goa dari Australia hingga Afrika dan Amerika yang menggambarkan kapal-kapal dari Indonesia, dan untuk membuktikan sejarah tersebut pada tahun 2008 dibuatlah replika perahu Cadik Borobudur yang dahulu kalanya digunakan melintasi lautan menuju Afrika melalui rute kayu manis 700 tahun sebelum bangsa Eropa menggunakan jalur sutra pada abad ke 15, untuk digunakan melintasi laut Selatan Indonesia menuju Akra di pantai barat Afrika melalui tanjung harapan yang terkenal ganas ombaknya dan perahu terbut utuh hingga kembali lagi ke Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa tinggi pengetahuan Bangsa Indonesia tentang ke bahari-an jauh sebelum bangsa-bangsa Eropa memulainya.
Bukti-bukti keagungan Budaya Maritim Indonesia pun dipaparkan lebih jauh oleh Pak Prim dengan memberikan bukti bahwa pengaruh-pengaruh tenun Nusantara yang hingga kini masih dapat ditemui di Amerika Selatan dan jagung yang dibawa oleh pelayar Indonesia dari Amerika jauh sebelum Colombus yang katanya menemukan Amerika.
Kemudian Pak Prim juga menerangkan perbedaan budaya bahari Nusantara adalah setiap-karya-karya seni tidak sekedar indah, benda pakai juga bukan sekedar benda yang dapat dipakai dan keindahan bukan cuma sekedar memuaskan mata, tapi melebur dengan kaidah adat, moral, tabu dan agama. Perbedayaan budaya Nusantara dengan budaya lain-nya pun terlihat dari budaya dualisme yang dianut oleh Nusantara; pada budaya barat konsep dualisme benar-benar menjadi budaya pemisah seperti hitam-putih, kiri-kanan, baik-buruk dan lain sebagai nya sehingga dari hal tersebut jelas sekali bahwa dialektika dan kemajuan dibentuk dari hasil konflik. Sedangkan pada budaya Nusantara dualisme merupakan budaya Dwitunggal bahkan Tri yang memaparkan pentingnya sebuah dualisme menjadi satu bagian dan tidak dapat hidup tanpa pendampingnya tersebut, bahkan ditambahkan penengah sehingga menjadi Tri-Tritunggal.
Hebatnya lagi terus beliau yang menjadi ciri Budaya Nusantara adalah sebagai berikut;
  1. Apapun yang datang dari luar diolah hingga menjadi tinggi muatan lokalnya, sehingga kebudayaan lokal menjadi berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.
  2. Kawan kita juga dapat menjinakkan globalisasi dengan prinsip dualisme dwitunggal/tritunggal (zaman dahulu)
  3. Tradisi dijunjung tinggi sehingga terjadi fileterisasi dari apa yang datang dari luar.
  4. Pengaruh asing atau dari luar baik itu budaya, agama, ajaran, bangsa, dsb diNusantara tidaklah merata, bahkan ada bagian-bagian dari wilayahnya yang tidak tersentuh, sehingga kepercayaan terhadap arwah nenek moyang masih ada hingga kini. Sehingga dapat kita pahami betul esensi pluralisme yang terdapat di Indonesia.
  5. Penduduk kawasan ini lebih cinta tanah airnya dari pada harus berperang karna sesuatu yang datang dari luar, bahkan karna agama sekalipun.
Semangat kebangsaan dan tanah air ini pun masih sangat terasa pada sumpah pemuda yang membuat bangsa-bangsa diluar sana tercengang. Dengan berkumpulnya pemuda-pemuda berumur 20an dari seluruh penjuru Nusantara untuk mendeklarasikan 3 konsep dasar Nusantara. Satu tumpah darah, tanah air Indonesia, satu bangsa, bangsa Indonesia dan satu bahasa Indonesia.
Terselip lelucon tentang bangsa kita yang sangat mudah dan bangga menggunakan identitas bangsa lain seperti bahasa Inggris, yang kita sangat bangga menggunakannya, padahal sebut beliau jika kita ke Eropa sana, bahkan jika seorang pembicara dari Jerman harus memberikan presentasi dalam event berbahasa Inggris pun, orang Jerman tersebut akan berkata "karna saya orang Jerman, maka saya akan menggunakan bahasa Jerman". Dan banyak lagi contoh dari negara-negara yang sangat protektif dengan bahasa-nya, sehingga Pramoedya Anantatour pun menyebutkan, satu-satunya yang dapat menyatukan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia.
Selanjutnya Pak Primadi menjelaskan betapa handalnya pelaut Indonesia yang mampu mengarungi kawasan samudra hindia, pasifik dan atlantik. Bukan hanya pelaut-pelaut Indonesia yang handal, namun juga kapal-kapal yang memiliki teknologi tinggi dan tahan banting serta persenjataan yang kuat. Sehingga ketika bangsa Eropa ingin memasuki Indonesia menjadi ciut dan menyusun rencana mengembangkan kekuatan laut untuk selanjutnya menguasai Indonesia, lalu dalam sejarah yang kita sadari kekuatan-kekuatan Eropa tersebeut dihimpun dan mengeroyok bangsa Indonesia (Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris dan Perancis). Kemudian dilanjutkan dengan politik Devide Et Impera dan memecah belah batas-batas Nusantara, menjadikan laut sebagai pemisah bukannya sebagai pemersatu seperti yang kita gunakan pada jaman dahulu, didesak masuk kepedalaman daratan supaya tidak bisa mengakses laut dan hal ini terjadi diseluruh kepulauan Nusantara untuk menghilangkan taji bangsa Indonesia terhadap penguasaan laut, yang selanjutnya diteruskan dengan penanaman sikap-sikap mental feodal yang lain, yang menghancurkan identitas-identitas bangsa Indonesia yang besar, dan hal ini terjadi beratus-ratus tahun hingga saat ini.
Pengaruh budaya maritim ini pun masih dapat jelas kita lihat dari atap-atap bangunan adat di Nusantara. Hal ini mungkin baru kita sadari, coba lihat saja dari barat ke timur, rumah-rumah adat di Indonesia sebagian menggunakan atap yang sebenarnya metamarphosa dari perahu-perahu yang dibalik atau tidak dibalik termasuk rumah Gadang milik Sumatra Barat atau rumah Toraja, jika atapnya seperti itu, semegah apa kapala yang dimiliki Kerajaan Pagaruyuang dan Toraja dahulu kalanya.
Kemudian penjelasan Prof Primadi berlanjut tentang seni budaya dan pendidikan di Nusantara. Sangat disayangkan kita hingga kini masih saja meniru budaya Eropa, Amerika Jepang dan bahkan Korea yang jelas-jelas dibantu menjadi seperti oleh Amerika untuk mengalahkan Korea Utara sehingga kita kehilangan Identitas asli kita sendiri. Seniman Indonesia melukis dengan gaya-gaya Eropa, mengambil contoh dari budaya darat, sebut beliau, sedangkan budaya mereka sendiri sudah habis untuk digali dan mulai lah kembali mereka mengeksplorasi kebudayaan Indonesia, dan menjajah kembali untuk dikembangkan di tempat mereka, sedangkan kita masih terlena dengan budaya-budaya mereka yang belum tentu cocok dengan kita, tapi kita terus memaksakan hal tersebut. kita menggunakan pola-pola didik mereka, yang jauh dari kebutuhan kita supaya kita dapat dipakai bukan hanya sekedar kepintaran tapi juga mental untuk meninggikan budaya mereka, sedangkan kita semakin miskin dalam segala hal. Dari segi kesenian ini, cobalah kita lihat, bahwa betapa tingginya potensi nilai seni budaya kita yang dapat kita lihat dari berbagai aspek kesenian, seperti lukisan RWD yang ada di tembok candi Borobudur, kain-kain Indonesia yang memikat, kerajinan, cara hidup dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sesi terakhir yang merupakan sesi tanya jawab menjadi sangat terbuka dan menjadi ajang curhat budaya dan kondisi Indonesia saat ini, kondisi yang sangat memilukan; negara dengan panjang pantai luar biasa yang masih mengimpor garam, berada di garis katulistiwa tapi tidak mengembangkan solar panel untuk listriknya, memiliki luas laut yang mencengangkan dan masih mengimpor ikan, mengganti rumah-rumah tradisional yang dirancang tahan gempa karna nenek moyang kita menyadari dari dahulu bahwa kita berada di kawasan cincin api, ilmu-ilmu teknis kita yang dicuri dan diklaim oleh negara-negara lain dan sebagainya.
Rasanya tidak berlebihan jika kami mengidolakan seorang sosok seperti Bapak Prof. Primadi yang begitu kaya dengan ilmu, selain itu beliau juga masih mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Indonesia dan masih mengajar di Seni Rupa Institut Teknologi Bandung yang menjadikan beliau orang yang penuh dengan cita rasa yang menyenangkan, semoga Bapak Primadi Tabrani selalu sehat dan dilindungi oleh Tuhan.

Kamis, Oktober 27

The 2nd Polygon Internasional Bike Design Competition 2011

Tak lagi hanya sebagai alat transportasi, sepeda saat ini juga dikenal sebagai sebuah produk gaya hidup. Fungsi bersepeda tidak hanya menyehatkan akan tetapi bersepeda juga ajang untuk menemukan teman baru, bersahabat dan kemudian membentuk sebuah komunitas baru. Banyak komunitas sepeda yang ada saat ini. Rata-rata komunitas sepeda saat ini dibentuk dari model atau desain sepeda itu sendiri. Komunitas sepeda itu seperti: MBT, DH, Onthel, Fixie, Seli dan lain-lain. Komunitas itu berkembang pesat, sepesat perkembangan desain sepeda yang ada saat ini.

Untuk menuangkan ide-ide yang original terhadap desain sepeda, sebuah perusahaan sepeda bernama PT Insera Sena dengan produk Polygonnya mengadakan  “Bike Design Competition 2011”. Ini tahun kedua Polygon Internasional mengadakan competition, setelah sebelumnya juga mengadakan competition yang sama tapi dalam skala nasiona, yaitu pada tahun 2006 dengan tema Future Lifestyle dan pada tahun 2007 Human Interaction. Namun. pada tahun 2011 membuka competition dengan skala yang lebih luas yaitu skala International. Kompetisi “Bike Design Competition 2011” ini diikuti oleh beberapa negara seperti: Iran, Singapura, Hungaria, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia sendiri sudah diperkenalkan dibeberapa kota sebelumnya, seperti Surabaya dan Yogjakarta. Pada tanggal 24 Oktober 2011 promosi untuk kompetisi ini diadakan di Bandung. Polygon menggandeng ITB khususnya KK Desain Produk Industri FSRD untuk melaksanakan seminar dan workshop, sebelum dimulainya kompetisi ini. Seminar dan workshop itu diberi tema “Bike Design and Community”. Issue ini merupakan hal yang sangat perlu dikaji dan dibahas guna meningkatkan motivasi para desainer, akademisi, atau pemerhati desain untuk menambah wawasan sekaligus ikut berpartisipasi pada kompetisi tersebut. 

Seminar dan workshop itu diadakan di Campus Center ITB dengan pembicara: 
  1. Dr. Dudy Wiyancoko (Ketua KK Desain Produk Industri ITB), beliau membahas peranan desain produk dalam dunia industri kreatif yang sebenarnya. Dr. Dudy juga menambahkan semakin banyak desainer mengikuti kompetisi semakin meningkat pula kepercayaan diri mereka terhadap desain-desain yang dihasilkan. 
  2. Prof. Takaaki Bando (Science of Design, Musashino Art University, Japan). Prof. Bando memberikan seminar seputar filosofi sepeda. Menurut Prof. Bando, yang pertama kali didesain pada sebuah sepeda adalah roda. Desain roda yang kemudian berinovasi pada sepeda secara keseluruhan. Prof. Bando juga menambahkan dalam mendesain sebuah produk terutama sepeda, hal yang harus diperhatikan adalah bentuk, fungsi dan manfaat dari desain itu sendiri. 
  3. Renan Zendy (Desainer Produk Sepeda Polygon), yang juga merupakan alumnus Fakultas FSRD ITB, memaparkan Trends Sepeda sebagai judul makalahnya. Bapak Renan memaparkan dalam hal tren sepeda ada empat komponen yang saling terkait. Komponen sepeda yang berkembang, berinovasi, dan saling terkait satu sama lain itu seperti frame, system, suspension, dan green vehicles yang membentuk sepeda secara keseluruhan. 
  4. Peter Mulyadi (Marketing Polygon) hanya memaparkan sebuah slogan “memasyarakatkan sepeda dan sepeda untuk masyarakat”. Dengan slogan ini, target pencapaian yang diinginkan sebuah perusahaan sepeda adalah pada activity, place to get, role model, and symbol agar semua elemen masyarakat bisa menikmati dan menggunakan sepeda. 
  5. Rian Satya (pemenang kompetisi Polygon International 2008 dan yang juga seorang desainer produk), pemaparan Rian sebagai pemenang pertama “Bike Design Competition” pada tahun 2008 lebih kepada memotivasi para peserta seminar dan memberikan kiat-kiat agar peserta antusias dengan kompetisi Polygon Internasional 2011.

Semua materi pembicaraan pada seminar dan workshop “Bike Design and Community” berfungsi memacu minat para desainer untuk mencoba membuat desain dan ikut ambil bagian dalam kompetisi “Bike Design Competition 2011” yang diselenggarakan PT Insera Sena-Polygon bekerja sama dengan Desain Produk Industri FSRD ITB. Seminar dan workshop juga merupakan salah satu rangkaian program acara “Join Product Development: Indonesia Bike Design 2011”, kerjasama yang diselenggarakan adalah dalam bentuk mengembangkan product prototype, yaitu “Bersepeda Indonesia 2011” adalah bentuk kegiatan bersepeda sebagai sarana transportasi dengan gaya hidup komunitas perkotaan Indonesia.

Nah, bagi teman-teman yang berminat mengikuti kompetisi “Bike Design Competition 2011” hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengikuti kompetisi ini adalah setiap peserta harus mempunyai:
  • konsep desain yang meliputi judul, masalah, ide, dan keunggulan,
  • sketsa desain, dan
  • gambar desain
Desain-desain yang dinyatakan ikut dalam perlombaan ini dikirimkan paling lambat tanggal 5 November 2011. Kompetisi ini juga memberikan hadiah yang lumayan besar yaitu pemenang 1 mendapat $ 5.000, pemenang 2 $ 3.000, pemenang 3 $1.500 dan pemenang favorite $ 1.000. Untuk keterangan lebih lanjut tentang kompetisi “Bike Design Competition 2011” silahkan follow twitter: @polygonbike, Facebook: polygoners polygon cycle, e-mail: polygon@polygoncycle.com atau sms: 08883006553

Semoga berhasil dan semoga menang…..!

Kamis, Oktober 20

Lampu; tak hanya sekedar penerang

Pernah terbayang oleh kita tidak kalau hidup tanpa lampu? Wah, kalo malem bisa-bisa gelap gulita semua tuh.. Mulanya memang lampu diciptakan sebagai alat penerang, namun di jaman modern ini lampu juga berfungsi sebagai interior tambahan yang akan mempercantik ruangan. 

Jalan-jalan tjoret kali ini akan membahas tentang desain lampu minimalis, unik, and chick bersama Bapak Noor Adnyoto. Pak Noor, begitu saya menyapanya, adalah seorang lulusan desain interior ITB tahun 1975. Usahanya ini bermula pada tahun 1985, ia mendesain lampu hasil modifikasi dari lampion Jepang yang dijual pada event Pasar Seni ITB. Karyanya itu mendapatkan respon yang bagus dari pengunjung. Selain piawai mendesain lampu, Pak Noor juga handal dalam mendesain interior dan furniture.

Banyak hasil karya yang telah diciptakan oleh Pak Noor, seperti desain pada ruang VIP RS Hasan Sadikin, desain Pita Giri Hotel Jakarta, Cellini Design Center (Singapura), Moss Living (Singapura),  Matahari Art (Oregon USA), Ovalop (Puerto Rico). Pak Noor juga mengalami pasang surut dalam membangun usahanya yang terparah adalah pada krisis moneter 1998. Krisis moneter sempat mematikan usahanya yang telah dirintis selama bertahun-tahun. Semangat dan usahanya tidak pernah surut untuk terus membangun usahanya ini hingga akhirnya kini masih tetap hidup.

Lampu adalah sebuah kebutuhan mutlak dalam penerangan, tutur Pak Noor. Keberadaan lampu sangat dibutuhkan bagi kehidupan sebuah ruangan, peranannya sebagai penerang dikala gelap. Pak Noor menganalogikan proses mendesain lampu dengan proses membuat nasi goreng. Bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat nasi goreng harus sesuai agar menghasilkan nasi goreng yang enak. Begitu juga dalam mendesain sebuah lampu, tidak hanya dibutuhkan kreatifitas tapi juga harus ditunjang dengan bahan baku pendukung yang sesuai agar lampu yang dihasilkan menarik dan diminati konsumen.

Pada hakikkatnya semua lampu sama, penerang, tapi yang membedakannya adalah fungsi dan kegunaannya. Contohnya lampu baca. Lampu baca didesain dengan kap lampu menghadap ke bawah agar pencahayaan lampu terfokus pada buku bukan pada ruangan, karena fungsi lampu baca adalah menerangi buku pada saat membaca. Sedangkan lampu untuk ruangan desain kapnya disesuaikan dengan kondisi ruangan agar lampu dapat menerangi satu ruangan.

Fungsi lampu sangat berpengaruh pada desain pembuatan dan elemen-elemen penunjangnya seperti kap, tiang dan warna kap lampu itu sendiri. Bahan lampu juga mengikuti zaman, dulu bahan lampu terbuat dari kayu karena saat ini kayu mahal maka Pak Noor menggantinya dengan multi, sedangkan untuk rangka kap lampu juga disesuaikan ada yang dari rangka kayu, ada yang menggunakan dawai besi, dan untuk kap sendiri rata-rata masih menggunakan bahan kain dan kertas tergantung lampu apa yang dipesan oleh para konsumennya. Untuk warna, Pak Noor hanya menyesuaikannya dan memadu-padankannya dengan penempatan lampu itu sendiri.

Saat ini desain lampu condong pada desain minimalis, simple dan tropical. Minimalis dan simple karena pengaruh dari fungsi lampu, sedangkan tropical dipengaruhi oleh iklim cuaca di Indonesia. Menurut Pak Noor, desain lampu minimalis adalah desain yang paling rumit sepanjang karirnya. Beliau berpendapat minimalis itu adalah bentuk desain yang tertata rapi, bersih dan apik sehingga tak banyak ornament yang dapat diberikan dan dipergunakan pada desain yang minimalis. Karena hakikat minimalis lebih mengutamakan fungsi  dari benda itu sendri pungkas Pak Noor.

Proses mendesain lampu minimalis adalah yang paling sulit. Proses yang sangat sulit disebabkan hakikat minimalis dalam lampu mengusung kejujuran dalam bentuk. Karena desain minimalis lampu juga harus disesuaikan dengan tata letak dalam ruangan minimalis agar tidak tumpang-tindih dalam interior ruangannya itu sendiri. Menurut Pak Noor, desain minimalis mungkin akan tergantikan oleh desain yang baru karena desain akan selalu berkembang ke arah yang lebih baik. Desain dan seni adalah suatu sisi yang terus berkembang kearah yang lebih baik tapi desain tidak berarti tanpa adanya seni. Yang membedakan desain dan seni itu proses pembuatan dan hasilnya. Seni diproses dengan menggunakan rasa sedangkan desain diproses sesuai dengan pesanan klien, maka desainer akan menuangkan pendapat klien itu kedalam bentuk karyanya. Begitu juga halnya dengan pengerjaan lampu bila dibuat dengan desain akan beda hasilnya dengan orang yang membuatnya dengan tanpa desain. Lampu yang dihasilkan dengan berdasarkan desain sangat memperhatikan ornament-ornamen dan selalu menimbang-nimbang hasil yang dikerjakannya sesuai dengan hasil pembelajaran dan tidak hanya mengandalkan kemampuan otodidak saja.

Nah, gimana? Ada yang tertarik mempercatik ruangannya dengan lampu-lampu simple, unik dan chick hasil karya Pak Noor. Mampir aja langsung ke studio milik Pak Noor yang ada di Jalan Ir. H. Djuanda no. 213 Bandung. Di sana, kita tidak hanya bisa memilih lampu yang telah didesain tapi kita juga bisa memesan lampu sesuai dengan keinginan dan desain sendiri. 

Tertarik? Langsung deh meluncur ke TKP...

Written by : Vina - Dina




Minggu, Oktober 16

Mahanagari; satu lagi bukti apresiasi, dedikasi dan konsistensi bisa berbuah manis

Jika dilihat dari asal usul nama, Mahanagari berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti negeri yang besar Sehingga dibalik nama yang memiliki arti sedemikian rupa tersebut ada harapan yang besar untuk Mahanagari, suatu brand kaos, bahwasanya kelak Mahanagari bisa menjadi besar dan berkembang pesat di masyarakat. Melalui  konsep yang  mengangkat budaya lokal khususnya budaya Bandung, dan dituangkan pada desain produk, terutama t-shirt ujar Mas Ben. 

Nah… kali ini kita akan mengulas Mahanagari dari bincang-bincang singkat dengan Mas Ben Wirawan S, founder Mahanagari.
Sejarah ide pembentukan Mahanagari bermula dari tahun 1998, Mas Ben mendapat beasiswa ke Singapura. Ia berniat membawa baju sebagai buah tangan atau cindera mata. Hampir seminggu keliling-keliling mencari baju yang bertuliskan Bandung namun tidak juga ditemukan baju yang bertuliskan kata-kata Bandung. Berbekal rasa kecewa terhadap kenyataan, bahwasanya Bandung yang dikenal sebagai kota kaos tapi tidak memiliki produk yang bertuliskan Bandung menjadi cikal bakal Mahanagari dirintis. 
Pada tahun 2002, Mas Ben berfikir dan merealisasikan keinginannya untuk membuka usaha desain dan produk yang menjual kaos-kaos yang bertuliskan Bandung. Mas Ben tidak sendiri memulai usaha ini, ia menggandeng  Mas Hanafi untuk sama-sama mewujudkan cita-cita sebagai pengusaha kaos. Usaha yang mereka rintis berjalan baik dan berkembang terus setiap bulannya. Namun, pada  bulan keenam merintis usaha, terjadilah suatu peristiwa yang membuat Mahanagari sempat mati suri. Peristiwa yang dimaksud adalah bom Bali 12 Oktober 2002. Pengaruh bom Bali sangat terasa pada kelangsungan Mahanagari, karena target market awal Mahanagari adalah turis-turis mancanegara yang berwisata ke Bandung berkurang karna peristiwa tersebut, yang mengakibatkan turunnya animo segemen pasar mereka tersebut untuk datang ke Indonesia.

Sebelum peristiwa bom Bali pemasaran produk Mahanagari di tempat-tempat yang banyak didatangi turis mancanegara lumayan lancar. Tempat  sasaran  penjualan produk-produk Mahanagari itu ada di toko Setiabudi dan Sarinah di kawasan Braga. Lokasi itu dinilai strategis karena dua daerah itu daerah tempat para turis-turis asing.

Pada tahun 2002, Mahanagari hanya menghasilkan lima desain saja akibat faktor modal dan keterbatasan produksi yang menjadi persoalan dikala itu.  Selain menjual produk-produk di kawasan Setiabudi dan Braga, Mahanagari juga memasarkan produk kaos-kaosnya di kereta-kereta Jakarta-Bandung atau rute lain yang sengaja melintasi kota Bandung. Hal itu dilakukan untuk pengembangan pemasaran yang tidak terfokus pada turis mancanegara tapi juga untuk turis domestik yang berlibur ke Bandung. Ketika peristiwa bom Bali terjadi, penjualan produk-produk Mahanagari merosot sampai 75%. Dampak itu terasa karena, Mahanagari adalah usaha yang memakai sistem retail jadi dampak kehilangan konsumen dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan usaha itu sendiri. Untuk menekan angka kerugian mau tidak mau usaha Mahanagari difakumkan untuk beberapa waktu dan pada tahun 2005 Mahanagari kembali dikelola dengan bantuan dana dari seorang rekanan. Dana bantuan itu yang membuat Mahanagari bangkit dan bertahan hingga saat ini.  Mahanagari membuat produk-produk dengan desain yang mengandalkan karakter Bandung sebagai tema desainnya.

Mahanagari mendesain produk-produknya dengan desain kontemporer yang seringkali nyeleneh, mengelitik dan sekaligus memiliki misi sosial di dalam karyanya. Mahanagari memelopori karya-karyanya dengan tagline 'Bandung Pisan' (arti: Bandung banget). Produk-produk mereka tidak hanya  menjadi sovenir bagi wisatawan, tapi juga dapat meningkatkan pengetahuan, kecintaan dan kepedulian terhadap kota Bandung.

Untuk pengerjaan proses desain kaos Mahanagari sepenuhnya diserahkan  kepada Mas Hanafi. Mas Hanafi juga yang bertanggung jawab atas desain-desain Mahanagari yang akan dikerjakan oleh para desainer yang kebanyakan berstatus freelancer. Desainer Mahanagari semuanya berstatus freelancer itu terdiri dari mahasiswa, dosen dan desainer professional yang memberikan kontribusi karya-karyanya pada Mahanagari. Mahanagari juga memberikan peluang pada siapapun yang berminat membuatkan desain bahkan, konsumen sekalipun. Setiap desain melalui proses asistensi langsung oleh desainer Mahanagari yaitu Mas Hanafi, agar desain-desain tersebut tetap berada dalam visi Mahanagari dengan kampanye budayanya. Terlebih untuk desain yang melibatkan data dan fakta sejarah harus terjaga akurasinya.

Untuk apresiasi kepada desainernya, Mahanagari membuat suatu kebijakan yang saling menguntungkan antara pihak Mahanagari dan para desainer. "Setiap desainer akan mendapatkan royalti dari desain yang mereka buat," ujar Mas Ben. Untuk itu, perlu desain yang matang agar bisa bertahan lama di pasaran sehingga cukup memberi keuntungan bagi para desainer itu sendiri," terangnya. Dengan menjalankan sistem royalti tersebut, Mahanagari  berhasil memiliki kontributor desain t-shirt yang menjadi best seller dalam desain Mahanagari. Hal ini juga menjadi solusi yang saling menguntungkan, karena desainer 'dari luar' itu terus mendapatkan royalti saat kaosnya laku terjual. Sementara dari sisi perusahaan mereka tidak memerlukan banyak desainer kelakar Mas Ben sembari tertawa. Dalam desain, Mas Hanafi yang dipercaya untuk memutuskannya dan juga bertangung jawab terhadap desain-desain yang dikeluarkan Mahanagari karena itu bentuk tanggung jawabnya terhadap keberlangsungan Mahanagari. 

Jika dilihat dari segi konsumen Mas Ben berpendapat, bahwa terdapat perbedaan antara konsumen perempuan dan laki-laki dalam segi desain. “Bagi perempuan yang penting itu cuting (potongan t-shirt), warna, dan baru desain. Sementara buat laki-laki yang penting desain dulu, baru warna dan potongan,”  

Dalam setiap desain Mahanagari, terdapat pesan yang dituangkan dalam bentuk kata-kata pada kaos yang mereka desain. Desain-desain Mahanagari tidak hanya melulu gambar-gambar tapi ada tulisan yang dapat menjelaskan makna di balik karya yang menjadi gambar itu. 

Ide dasar desain-desain Mahanagari didapat dengan proses tukar-menukar ide, baik itu sesama desainer, konsumen, atau dari orang yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan desainer. Jadi, ide itu bisa datang dari siapa saja untuk menghasilkan suatu karya desain. Mas Ben merepresentasikan kisah Steve Jobs sebagai gambaran ide Mahanagari.  “Steve Jobs yang tidak pernah memberi sesuatu sesuai dengan keinginan kita, tapi dia memberi kita sesuatu yang di luar ekspektasi kita dengan resiko seseorang tidak membeli dan tidak tertarik tapi jika pasar menyukai maka produk-produk itu akan laku keras di kalangan masyarakat”, terang Mas Ben. Proses-proses desain itu memerlukan ide dan pendapat orang lain karena di sanalah kita menemukan jawaban yang sebelumnya tidak terpikirkan untuk memecahkan hambatan-hambatan proses penemuan ide itu sendiri.

Berlanjut pada proses produksi Mahanagari. Proses pertama ide dituangkan dalam bentuk desain oleh desainernya. Kedua dari desain baru dipikirkan bagaimana pembuatannya dan teknik apa yang akan digunakan untuk desain tersebut. Ketiga desain diberikan pada production manager yang menangani desain untuk diteruskan ke vendor untuk dibuat sample dan dikembalikan lagi kepada desainer agar mendapat persetujuan dan koreksi, Terakhir jika tidak ada koreksi, maka desain siap untuk diproduksi. 

Proses produsi Mahanagari secara fisik diserahkan pada orang-orang yang berkompeten dibidangnya. Mahanagari hanya fokus pada ide yang menjadi nyawa dari Mahanagari itu sendiri. Kolaborasi penciptaan suatu produk yang dikembangkan  menjadi inti proses pembuatan produk-produk Mahanagari.

Untuk menjaga eksistensinya, Mahanagari selalu melakukan inovasi-inovasi baru agar mampu bertahan dan berkembang di era persaingan kaos di kota Bandung, baik secara desain maupun secara bisnis. Mahanagari tidak mau dikenal sebagi toko kaos yang bersaing untuk mencari keuntungan tapi kembali pada konsep awal, bahwasanya Mahanagari diciptakan untuk kampanye budaya. Hasil penjualan kaos Mahanagari diangap sebagai  bentuk apresiasi masyarakat terhadap kampanye budaya yang kita usung, ujar Mas Ben. Kaos dan desain-desainnya hanya dipakai sebagai media kampanye budaya. Kaos adalah salah satu konten media dan ada banyak konten yang tidak bisa menjadikan kaos sebagai mendianya tapi bisa menggunakan tour sebagai medianya. Tour ini yang saat ini berkembang sebagai inovasi baru untuk mengembangkan kecintaan Mahanagari terhadap budaya lokal khususnya Bandung.

Mahanagari membuka tour bagi orang-orang yang menyukai wisata. Seperti tour Bandung purba, salah satu konten kampanye yang tidak bisa didesain dengan media kaos tapi lebih tepat didesain dengan pelaksanaan perjalanan napak tilas ke tempat-tempat bersejarah di kota Bandung. Lewat kampanye-kampanye budaya ini, konsumen Mahanagari dapat memperoleh pengetahuan bahwasanya Mahanagari bukan toko kaos semata tapi sebuah perusahaan yang sangat mencintai Bandung itu sendiri. Pesan seperti ini yang hendak disampaikan Mahanagari, pungkas Mas Ben yang mengakhiri sesi wawancara Tjorat tjoret dengan Mahanagari.
Nah bagi teman-teman yang ingin membantu kampanye budaya yang diusung Mahanagari, mulailah membeli produk-produk dan ikut kegiatan Mahanagari sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kita terhadap kecintaan pada kota Bandung, yang pastinya bakalan seru banget, hayo tunggu apa lagi?

Written by : Vina

Jumat, Oktober 14

Notebook minimalis yang unik dari Almond

Suatu produk dapat memberikan kesan tertentu yang menarik bagi si konsumennya melalui bubuhan ciri khas meskipun tidak melebih-melebihkan kesederhanaanya. Kali ini Tjorat tjoret bakalan membahas sebuah notebook hasil inisiasi brand lokal yang menarik, lucu dan unik  itu bersama Manda dan partner pemilik brand Almond. 

Dimulai pada tahun 2008 Manda dan partner berinisiatif untuk menuangkan ide kreatif mereka ke dalam sebuah bentuk karya desain, desain produk. Untuk menunjang profesionalaisme dalam berkarya, tentunya tepat untuk menerjemahkan niatan tersebut dalam sebuah brand, yang kemudia mereka sebut "Almond". Almond inilah yang menjadi merek desain-desain yang dikerjakan Manda dan Partner. Produk pertama Almond adalah pengerjaan animasi baru kemudian berlanjut pada pembuatan notebook lucu, sederhana dan unik ini. Notebook ini diberi nama Marvelowls. Owl adalah kata kunci dari produk ini karena desain-desainnya mengacu pada owl yang berarti burung hantu dalam bahasa inggris.

Penggunaan image dan grafis burung hantu pada produk ini diilhami dari kebiasaan  mereka sebagai desainer-desainer muda yang sewaktu kuliah lebih banyak mengabiskan waktu di malam harinya se[erti halnya burung hantu yang berinteraksi dimalam hari papar  partnernya  Manda.
  
Notebook marvelowls sederhana, tidak jauh berbeda dari kebanyakan notebook yang beredar dipasaran yang memiliki cover, dijilid dengan ring dan menggunakan kertas sebagai isi notebook itu sendiri. Mungkin kegunaan notebook itu sendiri juga sama adanya, untuk dijadikan sebagai buku catatan, diary, agenda dan lain-lain tergantung pada orang yang memiliki notebook itu sendiri. Namun dengan add image, detail kesederhanaan dan pemilihan material yang tepat ; Notebook dari Almond ini outstanding diantara produk-produk yang lain. Tuangan ide kretif buah dari pengetahuan desain mereka sangat tercermin pada detail dan material yang mereka pilih. 

Notebook produk Almond ini adalah notebook yang dikemas unik, menarik dan sederhana. Hal menarik, terlihat pada proses pembuatan covernya. Jarang notebook yang menggunakan kayu sebagai cover notebook ; cetus amanda. Apalagi kayu albasia sebagai bahan cover produk sebuah notebook hampir tidak ada. kayu jenis ini banyak ditemukan di Kalimantan. Ciri kayu Albasias ini memiliki massa yang cukup ringan dan harganya tidak terlalu mahal dibanding dengan spesies kayu pinus lainya. Untuk menunjang suatu produk kayu Albasia dirasa cocok dijadikan bahan bakunya. Selain bahan notebook  yang unik, notebook ini  memiliki desain grafis yang pembuatanya menggunakan laser cut. Laser cut yaitu pembuatan desain dengan metode laser untuk menghasilkan karya grafis pada material kayu. Mesin laser cut itu yang mengukir desain-desain unik nan menawan itu pada cover notebook produk Almond. 

Selain  Marvelowls ini, mereka juga mengembangkan desain yang bernama Indonesian heritage. Untuk  desain Indonesian heritage mereka membuat gambar-gambar dari mulai bernuansa bali seperti wayang, barong, dan ciri khas Indonesia lainnya. Tapi, untuk brand Indonesian heritage ini masih membutuhkan banyak pengembangan dan akan terus berinovasi kearah yang lebih baik. 

Disamping desain cover yang unik, setiap notebook yang dihasilkan oleh Amond memiliki ornament-ornament berbeda  pada setiap notebook. Setiap notebook diberikan sebuah kertas yang diikat tali berisikan sebuah cerita di dalamnya. Hal itu tidak lepas dari detail desain sendiri sangat diperhatikan. Sebab mereka sangat menjaga kualitas produk yang mereka pasarkan. Kesederhanaan notebook ini, tak lepas dari sedikitnya ornament-ornament. Selain cerita  yang digantung dengan seutas tali disetiap notebook, tidak ada lagi ornament sehingga fokus pada desain cover dan story-nya tetap terjaga. Kertas yang  dipakai menjadi isi notebook ini polos tanpa ada garis-garis layaknya buku tulis. Hal itu disebabkan  kertas polos dipakai agar fungsi notebook tak hanya terpaku pada satu kegunaan tapi bisa beragam kegunaan contohnya pada saat pengisian tulisan. Apapun yang ditulis atau dibuat pada notebook itu tidak terhalang oleh garis-garis pada kertas.

Produk-produk notebook marvelowls dapat ditemui secara online dan offline. Anda dapat melihat preview produk mereka di facebook page mereka serta toko-toko tertentu seperti Reading Lights dan Rumah Buku. Bagi teman-teman yang berminat untuk memiliki notebook menarik, unik dan sederhana ini silahkan menghubunggi  toko-toko di atas atau bisa mengintip facebook fan page Almond dan anda bisa memilih dan memesan produk mereka secara online dan offline.

Written by : Vina

Kamis, Oktober 13

Wanara (monyet) Nyentrik Pelestari Budaya Indonesia

Dalam mitologi Hindu, Wanara (Sanskerta; Vānara) berarti "manusia berekor monyet". Istilah ini sangat terkenal untuk merujuk kepada ras manusia-kera dalam wiracarita Ramayana yang memiliki sifat gagah berani dan selalu ingin tahu. Istilah Wanara juga bisa merupakan kependekan dari "Wana-nara" (manusia (nara) yang hidup di hutan (wana)) dan dalam wiracarita Mahabharata penggambaran wanara ini digambarkan sebagai suku yang hidup di tengah-tengah hutan. Mereka dijumpai oleh Sadewa, seorang jendral Pandawa yang memimpin kampanye militer ke India Selatan.

Menurut  wiracarita Ramayana, para Wanara umumnya tinggal di Kiskenda yang di masa sekarang terletak di wilayah India Selatan, di tengah hutan Dandaka, dimana Sri Rama menjumpai mereka saat berpetualang mencari Sita. Para wanara menolong Rama mencari Sita, dan juga turut bertarung melawan Rahwana, sang penculik Sita.

Wanara yang digambarkan dalam wiracarita Ramayana dan Mahabharata memiliki ciri-ciri suka bersenang-senang, kekanak-kanakan, ringan tangan, suka bercanda, hiperaktif, gemar berpetualang, jujur nan polos, setia, berani, dan ramah. Mereka lebih pendek daripada tinggi manusia pada umumnya dan tubuh mereka ditutupi oleh bulu yang cerah, umumnya berwarna cokelat. Wanara yang terbesar dan terkenal adalah Hanoman, abdi setia Sri Rama, dan merupakan inkarnasi dari Dewa Siwa. 

Ulasan di atas adalah sedikit ulasan tentang wanara dalam mitologi Hindu yang saya kutip dari Wikipedia. Bagaimana peran wanara dalam wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Untuk mengetahui banyak tentang wanara dan kisahnya silahkan teman-teman membaca wiracarita Ramayana dan Mahabharata.

Sebenarnya ada kaitan cerita tentang para wanara dalam tulisan blog Tjoret kali ini. Kali ini Tjoret mengakat Wanara studio yang konsep dan nama studio ini diilhami dari cerita wanara dalam wiracarita Ramayana dan Mahabharata.
Wanara studio ini digawangi empat anak muda kreatif yang ingin mengangkat nilai-nilai luhur tradisional bangsa sendiri khususnya Jawa-Bali. Pada tahun 2010 empat anak muda ini bergabung dan mengusung nama Wanara menjadikannya nama produk mereka. Mereka terdiri dari: Bima Nurinaulan, Habibi Putranto, Sweta  Kartika dan Dian Efendi. Mereka asli bersuku bangsa Jawa yang melatar belakangi pemakaian nama Wanara untuk brand yang mereka hasilkan. Di pulau jawa wiracarita Ramayana dan Mahabarata sangat terkenal bahkan menjadi salah satu budaya yang patut dilestarikan kelangsungannya. Wanara studio ini bertujuan untuk melestarikan cerita-cerita tradisional tersebut dengan cara yang baru;  cara mereka sendiri.
Cara Wanara studio melestarikan cerita wiracarita itu adalah kedalam karya-karya mereka. Karya itu berupa desain pada produk kaos yang mereka hasilkan. Desain itu bergambar simbol-simbol yang ada di wiracarita dan tokoh pewayangan. Tidak hanya simbol desain yang mereka tonjolkan dalam karyanya tapi mereka juga membuat ceritanya. Desain kaos itu di bagian depan terdapat symbol atau gambar di bagian belakang ada cerita yang menceritakan simbol yang ada dibagian depan kaos tersebut. Desain-desain itu bertujuan agar si pemakai membaca dan tau apa simbol baju yang digunakannya. 

Desain Wanara ter-influence dari tokoh-tokoh pewayangan dalam wiracarita. Hanya saja, tokoh-tokoh itu tidak merupakan tokoh sentral dalam wiracarita Ramayana atau Mahabarata. Desain-desain yang ditonjolkan seperti tokoh wanara, kamaratih dan kamajaya, nagasasra, dan catur citra merupakan tokoh atau simbol biasa saja tapi memiliki pengaruh dalam wiracaritanya masing-masing.Desain Wanara sangat banyak, hanya empat diantara desain-desain itu yang diulas dalam blog ini. 

Pertama disebut desain catur citra mandala. Catur citra mandala ini memiki story yaitu empat konsep elemen yang menaungi alam semesta ini diantaranya bara (api), bayu (angin), banyu (air), dan bumi (tanah). Empat elemen ini adalah elemen yang dapat menyebabkan bencana jika tidak seimbang antara satu dan yang lainnya. Desain catur citra mandala ini juga disatukan dengan unsur wanara (monyet). Wanara dalam desain catur mandala berfungsi sebagai penyokong empat elemen tersebut untuk  menjadi padu-padan yang sinergi.

Desain yang kedua disebut antarakusuma, desain ini memiliki story pakaian Gatot kaca yang memancarkan cahaya terang benderang. Dalam pewayangan Jawa, Antakusuma disimbolkan sebagai bintang bermata delapan. Bintang bermata empat yang ada di tengah melambangkan empat tokoh kunci yang keluar alur dalam cerita Gatotkaca, keempat tokoh yang disebut yaitu Hanoman, Bima, Arjuna dan Raksasa. Maksud dari bintang bermata 4 yang di luar melambangkan senjata yang dipakai oleh tokoh dalam bintang tengah tersebut.

Desain yang ketiga disebut nagasasra. Nagasasra merupakan simbol yang divisualisasikan sebagai kalung naga yang dipakai oleh tokoh Bima. Kalung ini didapat Bima setelah melawan naga yang bersemayam di laut yang merupakan titisan dari Dewaruci. Dewaruci merupakan satu-satunya dewa yang membuat Bima tunduk dan mau berbicara sopan. Dalam arti yang tersirat, sebenarnya Dewaruci merupakan cerminan Bima itu sendiri, dimana Bima mendapatkan jawaban ketentraman jiwa dari diri dia sendiri.

Desain yang keempat disebut desain Kamaratih-kamajaya yaitu Batara Kamajaya dan Dewi Kamaratih dalam masyarakat jawa disimbolkan sebagai lambang kerukunan suami-istri. Batara Kamajaya terkenal tampan, berbudi luhur, jujur, berhati lembut dan merupakan orang yang berkasih sayang kepada isterinya. Isteri Kamajaya bernama Dewi Kamaratih tidak kalah terkenal karena cantiknya dan seluruh tingkah laku, watak dan budinya sama dengan suaminya. Pasangan suami-isteri dewa itu amat rukun dan masing-masing selalu menjaga kesetiannya lahir batin dan sehidup semati. 

Dari desain-desain di atas yang memiliki ceritanya tersendiri dan itu tidak jauh-jauh dari cerita pewayangan yang ada di tanah Jawa. Desain-desain ini menjadi alat untuk kita mengenal budaya-budaya sekaligus melestarikan cerita-cerita pewayangan dengan cara yang berbeda.  Yaitu dengan mengaplikasikannya pada gambar-gambar  kaos yang akan membangkitkan kebanggaan tersendiri terhadap budaya tradisional. Desainer-desainer Wanara adalah salah satu contoh desainer yang masih memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikan cerita-cerita tradisional dengan cara dan media yang berbeda yaitu menjadikan baju sebagai bentuk pelestarian budaya.

Produk-produk yang dihasilkan Wanara tidak hanya berupa kaos  tapi juga menghasilkan produk-produk seperti pin, syal dan tas. Produk itu hanya konsep dan pendisainan yang ditangani langsung oleh mereka sedangkan produksi dan pengerjaan mereka menyerahkanya kepada orang-orang yang berkopentensi dibidang itu, sehingga fokus dalam menciptakan ide-ide dan kosep dapat terjaga dengan baik. 

Untuk konsep warna, produk-produk ini hanya keluar dengan serian warna netral dan tidak jauh-jauh dari empat elemen yang  ada di semesta ini. Seperti wana-warna alam yaitu warna bumi diwakili coklat tanah, merah untuk api, biru untuk air dan putih untuk angin. 

Sedangkan untuk pangsa pasar, Wanara lebih menargetkan pada kaum muda. Penjualan dalam satu desain sangat terbatas jadi cocok untuk orang-orang yang memiliki keinginan mengoleksi bajunya berbeda dengan orang lain. Pemasaran produk-produk Wanara dibagi menjadi dua kategori yang pertama produk-produk Wanara diikutkan dalam pameran dan online. Pameran-pameran yang Wanara ikuti diantaranya, locafore 23-25 September 2011, Jakarta toys invation 2011 dan masi banyak lagi. Yang kedua yaitu melalui online Wanara menjual produk-produknya pada facebook: wanara studio.

Bagi teman-teman yang berminat untuk memiliki desain-desain kaos elegan ini silahkan mampir-mampir di Facebooknya Wanara. Dengan kita membeli satu produk baju sebagai media pelestarian budaya khususnya budaya Jawa-Bali maka kita termasuk salah seorang yang mencintai budaya sendiri untuk dilestarikan.

Written by : Vina

Rabu, Oktober 12

Desain dari Russia dan Eropa Timur

Suatu perubahan radikal dan luar biasa pada suatu negara, sehingga membuat negara itu menjadi sangat demokratis, merdeka, dan bebas; bisa juga berdampak pada dihasilkannya disain yang juga sangat radikal dan luar biasa. Seperti tampak pada mobil sport mewah 'Marussia' tipe B2, buatan Russia, yang membuat para pesaingnya 'mati kutu' dan 'hilang nyali'. Mobil sport mewah ini, juga sangat ditakuti para pesaingnya, karena berani tampil di arena balapan. Selain itu, harganya juga jauh di bawah para pesaingnya.

Mencermati disain yang berasal dari sejumlah negara eks Uni Soviet (di masa lampau), yaitu Russia (sekarang) dan sejumlah negara-negara 'baru' eks negara satelit Uni Soviet di masa lampau, memang sangat mencengangkan, karena sejumlah kemajuan yang sangat luar biasa dan sangat jauh di atas perkiraan kita. Semua kemajuan yang mencengangkan ini, dicapai dalam waktu yang relatif sangat pendek, yakni hanya dalam waktu kurang dari 20 tahun sejak dicanangkannya 'glasnotz' dan 'perestroika' di sekitar tahun 1985-an. Jadi segala kemajuan itu, tiba-tiba seakan-akan muncul begitu saja (bahkan secara spektakuler) di sekitar tahun 2000-an. Lalu tiba-tiba kita melihat negara-negara itu menghasilkan produk dan disain yang spektakuler. Dan, kita tiba-tiba tercengang!

Semua hal ini, sebenarnya disebabkan pandangan kita yang cenderung selalu 'negatif' terhadap negara-negara komunis di masa lampau, lalu berimbas pula kepada pandangan kita terhadap disain-disain yang berasal dari negara-negara itu di masa sekarang, yang juga beranggapan bahwa negara-negara itu pastilah menghasilkan disain yang masih juga kita pandang ketinggalan jaman, ortodoks, kuno, jadul, dan juga ketinggalan teknologi. Pandangan seperti ini, umumnya berkenaan dengan banyak hal. Pokoknya semua hal yang berasal dari negara-negara eks Blok Timur itu, semuanya buruk! Begitulah pandangan umum kita. Bahkan, sampai saat inipun, pandangan seperti ini masih juga kita pegang sebagai acuan untuk banyak hal, termasuk bagi mereka yang bekerja sebagai pengajar (dosen atau guru) atau juga sebagai siswa atau mahasiswa. Jadi pandangan umum tentang negara-negara eks Blok Timur itu, masih juga merupakan pandangan yang sama dengan saat kita berada di masa orde baru dulu, yang semuanya (sampai sekarang) masih 'serba Amerika'. Bahwa musik terbaik, penyanyi terbaik, film terbaik, sastrawan terbaik, disainer terbaik, enjiner terbaik, disain terbaik, perangkat militer terbaik, sistem terbaik, perangkat komunikasi terbaik, orang terbaik, sosio-kultur terbaik, produk terbaik, interior terbaik, arsitektur terbaik, demokrasi terbaik, parlemen terbaik, barang terbaik, mobil terbaik, teknologi luar angkasa terbaik, fesyen terbaik, manajemen terbaik, transportasi terbaik, rumah terbaik, sekolah terbaik, universitas terbaik, dan segala hal yang berhubungan dengan soal 'terbaik', di benak kita selalu identik dengan Amerika!

Bagaimana semua hal ini bisa terjadi? Jawabnya mudah saja! Semua itu bergantung kepada dari siapa kita menerima informasi dan apakah kita mau melihat informasi lainnya atau tidak. Negara yang namanya Amerika, harus diakui memang sangatlah bagus dalam hal 'pengembangan pencitraan' (image developing). Ini merupakan penerapan teori komunikasi, yang umumnya dipakai para politisi untuk menaikkan pamornya. Cara ini pula yang dipakai Amerika dalam banyak hal untuk kepentingan dan keinginannya. Saya bukan bersikap anti-Amerika, tetapi kenyataannya memang seperti itu. Semua kegagalan Amerika, akan selalu ada upaya untuk membalikkannya menjadi positif. Sebaliknya, semua keberhasilan Amerika, akan selalu dibumbui dengan bermacam hal, yang membuatnya menjadi semakin bombastis. Menurut saya, hal ini harus dipandang wajar saja. Namanya juga usaha. Dalam rangka banyak hal pastilah harus dilakukan suatu 'usaha' untuk menunjukkan betapa bagus, betapa sukses, dan juga betapa majunya. Namun, jika hanya melakukan 'pengembangan pencitraan', maka yang terjadi adalah ibarat sebuah film yang bagus untuk ditonton, tetapi di dunia nyata ternyata sangat buruk untuk dikenang, karena sama sekali tidak realistis. Dan, jika cara memandang kita masih juga seperti itu, maka kita akan memandang dunia lain sebagai sisi yang selalu buruk. 

Karenanya, ada baiknya kita mencermati disain-disain masa sekarang, yang berasal dari Russia dan sejumlah negara Eropa Timur. Mengapa? Karena negara-negara ini telah mengalami perubahan yang sangat luar biasa dan sangat radikal, tetapi kita cenderung tidak mengamatinya secara seksama, gara-gara dulunya negara-negara ini oleh kita lebih dikenal sebagai negara-negara yang dikategorikan sebagai negara-negara Blok Timur (blok negara-negara komunis). Dan seperti saya jelaskan di atas, selama sekitar 30 tahun, negara-negara ini mengalami perubahan yang sangat radikal dan luar biasa hampir di segala hal. Sekarang, negara-negara ini mulai ditakuti nagara-negara Eropa Barat, bukan karena kekuatan militernya, melainkan justru karena kebangkitan dan kemampuan disainnya, secara jelas mengancam eksistensi produk dan disain yang berasal dari sejumlah negara Eropa Barat, yang sekarang justru terlihat 'ketinggalan jaman'. Sebagai contoh, selama berpuluh tahun sebelumnya, Russia dikenal sangat ortodoks, dan karena berpaham komunis, maka barang-barang yang sedikit saja mengandung 'gaya kapitalis' atau agak mewah, akan segera dilarang oleh pemerintahnya. Tetapi, setelah Russia menjadi bebas, merdeka, dan demokratis; seperti saat ini, maka seketika itu juga muncullah sejumlah produk dan barang, yang sangat spektakuler ditinjau dari disain, harga, dan eksistensinya. Dan, sekarang, kita bisa melihat secara nyata, bagaimana bentuk rupa mobil sport mewah Russia paling mutakhir, merk 'Marussia', tipe B2, yang ternyata sangat ditakuti oleh para pesaingnya dan sangat dicari-cari oleh para penggemar dan kolektor dari Eropa dan Amerika, gara-gara disainnya yang sangat ekstrim, berani, brutal, inovatif, dan benar-benar sangat berbeda; jika dibandingkan dengan sejumlah mobil sport mewah lain buatan Eropa dan Amerika. [1


Ruang kendali mobil sport mewah 'Marussia' tipe B2 yang paling akhir, benar-benar berbeda dengan mobil sport lain. Disain ruang kendali pada mobil sport mewah 'Marussia' tipe B2 ini, menerapkan disain kendali yang sangat mirib dengan ruang kendali sebuah pesawat tempur (fighter). Seluruh pengendalian dan pemantauan unjuk-kerja, dilakukan memakai dua layar monitor berukuran cukup besar, persis seperti yang dipakai pada pesawat tempur

Sudah pernahkan anda melihat bagian belakang mobil yang bentuknya sangat ekstrim dan sangat berbeda seperti ini? Ini yang menyebabkan mobil sport mewah 'Marussia' tipe B2 oleh banyak perancang mobil dari Eropa Barat, rancangannya dijuluki berani, brutal, inovatif, dan sangat berbeda

Ini merupakan penampilan lain dari mobil sport mewah 'Marussia' tipe B2, yang sangat ditakuti oleh banyak pabrikan dari Eropa Barat, karena selain disainnya yang dinyatakan 'extremly different', berani, brutal, dan sangat inovatif; juga berani tampil dalam 'lomba' (balapan) di sejumlah negara Eropa Barat, seperti di Monaco, sementara mobil-mobil lain pesaingnya sama sekali tidak berani turun ke arena balapan. Di luar semuanya, mobil sport mewah ini dijual dengan harga yang jauh di bawah harga mobil sport mewah buatan Eropa Barat. Dan, sejauh ini hanya diproduksi menggunakan tangan (handmade) sebanyak 60 buah per tahunnya. Untuk tahun 2011 ini, seluruh pesanan sudah habis terjual! Semua hal ini, telah membuat para pesaingnya hilang nyali, hilang akal, dan terduduk diam; tanpa bisa berbuat apa-apa
[1] Beberapa perancang mobil dari sejumlah negara Eropa Barat,menyebut disain mobil sport mewah 'Marussia' tipe B2, sebagai sebuah mobil sport yang dinyatakan disainnya sangat brutal, baru, inovatif, dan sangat berani

Written by : Bram Palgunadi