Kamis, Oktober 20

Lampu; tak hanya sekedar penerang

Pernah terbayang oleh kita tidak kalau hidup tanpa lampu? Wah, kalo malem bisa-bisa gelap gulita semua tuh.. Mulanya memang lampu diciptakan sebagai alat penerang, namun di jaman modern ini lampu juga berfungsi sebagai interior tambahan yang akan mempercantik ruangan. 

Jalan-jalan tjoret kali ini akan membahas tentang desain lampu minimalis, unik, and chick bersama Bapak Noor Adnyoto. Pak Noor, begitu saya menyapanya, adalah seorang lulusan desain interior ITB tahun 1975. Usahanya ini bermula pada tahun 1985, ia mendesain lampu hasil modifikasi dari lampion Jepang yang dijual pada event Pasar Seni ITB. Karyanya itu mendapatkan respon yang bagus dari pengunjung. Selain piawai mendesain lampu, Pak Noor juga handal dalam mendesain interior dan furniture.

Banyak hasil karya yang telah diciptakan oleh Pak Noor, seperti desain pada ruang VIP RS Hasan Sadikin, desain Pita Giri Hotel Jakarta, Cellini Design Center (Singapura), Moss Living (Singapura),  Matahari Art (Oregon USA), Ovalop (Puerto Rico). Pak Noor juga mengalami pasang surut dalam membangun usahanya yang terparah adalah pada krisis moneter 1998. Krisis moneter sempat mematikan usahanya yang telah dirintis selama bertahun-tahun. Semangat dan usahanya tidak pernah surut untuk terus membangun usahanya ini hingga akhirnya kini masih tetap hidup.

Lampu adalah sebuah kebutuhan mutlak dalam penerangan, tutur Pak Noor. Keberadaan lampu sangat dibutuhkan bagi kehidupan sebuah ruangan, peranannya sebagai penerang dikala gelap. Pak Noor menganalogikan proses mendesain lampu dengan proses membuat nasi goreng. Bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat nasi goreng harus sesuai agar menghasilkan nasi goreng yang enak. Begitu juga dalam mendesain sebuah lampu, tidak hanya dibutuhkan kreatifitas tapi juga harus ditunjang dengan bahan baku pendukung yang sesuai agar lampu yang dihasilkan menarik dan diminati konsumen.

Pada hakikkatnya semua lampu sama, penerang, tapi yang membedakannya adalah fungsi dan kegunaannya. Contohnya lampu baca. Lampu baca didesain dengan kap lampu menghadap ke bawah agar pencahayaan lampu terfokus pada buku bukan pada ruangan, karena fungsi lampu baca adalah menerangi buku pada saat membaca. Sedangkan lampu untuk ruangan desain kapnya disesuaikan dengan kondisi ruangan agar lampu dapat menerangi satu ruangan.

Fungsi lampu sangat berpengaruh pada desain pembuatan dan elemen-elemen penunjangnya seperti kap, tiang dan warna kap lampu itu sendiri. Bahan lampu juga mengikuti zaman, dulu bahan lampu terbuat dari kayu karena saat ini kayu mahal maka Pak Noor menggantinya dengan multi, sedangkan untuk rangka kap lampu juga disesuaikan ada yang dari rangka kayu, ada yang menggunakan dawai besi, dan untuk kap sendiri rata-rata masih menggunakan bahan kain dan kertas tergantung lampu apa yang dipesan oleh para konsumennya. Untuk warna, Pak Noor hanya menyesuaikannya dan memadu-padankannya dengan penempatan lampu itu sendiri.

Saat ini desain lampu condong pada desain minimalis, simple dan tropical. Minimalis dan simple karena pengaruh dari fungsi lampu, sedangkan tropical dipengaruhi oleh iklim cuaca di Indonesia. Menurut Pak Noor, desain lampu minimalis adalah desain yang paling rumit sepanjang karirnya. Beliau berpendapat minimalis itu adalah bentuk desain yang tertata rapi, bersih dan apik sehingga tak banyak ornament yang dapat diberikan dan dipergunakan pada desain yang minimalis. Karena hakikat minimalis lebih mengutamakan fungsi  dari benda itu sendri pungkas Pak Noor.

Proses mendesain lampu minimalis adalah yang paling sulit. Proses yang sangat sulit disebabkan hakikat minimalis dalam lampu mengusung kejujuran dalam bentuk. Karena desain minimalis lampu juga harus disesuaikan dengan tata letak dalam ruangan minimalis agar tidak tumpang-tindih dalam interior ruangannya itu sendiri. Menurut Pak Noor, desain minimalis mungkin akan tergantikan oleh desain yang baru karena desain akan selalu berkembang ke arah yang lebih baik. Desain dan seni adalah suatu sisi yang terus berkembang kearah yang lebih baik tapi desain tidak berarti tanpa adanya seni. Yang membedakan desain dan seni itu proses pembuatan dan hasilnya. Seni diproses dengan menggunakan rasa sedangkan desain diproses sesuai dengan pesanan klien, maka desainer akan menuangkan pendapat klien itu kedalam bentuk karyanya. Begitu juga halnya dengan pengerjaan lampu bila dibuat dengan desain akan beda hasilnya dengan orang yang membuatnya dengan tanpa desain. Lampu yang dihasilkan dengan berdasarkan desain sangat memperhatikan ornament-ornamen dan selalu menimbang-nimbang hasil yang dikerjakannya sesuai dengan hasil pembelajaran dan tidak hanya mengandalkan kemampuan otodidak saja.

Nah, gimana? Ada yang tertarik mempercatik ruangannya dengan lampu-lampu simple, unik dan chick hasil karya Pak Noor. Mampir aja langsung ke studio milik Pak Noor yang ada di Jalan Ir. H. Djuanda no. 213 Bandung. Di sana, kita tidak hanya bisa memilih lampu yang telah didesain tapi kita juga bisa memesan lampu sesuai dengan keinginan dan desain sendiri. 

Tertarik? Langsung deh meluncur ke TKP...

Written by : Vina - Dina




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar